Cewek bangsat

Gua udah pernah cerita tentang ini orang dalam pos gua sebelumnya dengan judul 0108 tapi  dengan tensi dan emosi yang berbeda. Kali ini gua datang dengan emosi yang menggebu-gebu dan perasaan tidak habis pikir kepada si pengkhianat ini.

dulunya rekan kerja, hubungan kami harmonis di awal-awal namun menjelang dia keluar ada sedikit konflik yang terjadi, segala kejelekan gua diberitakan kepada rekan kerja yang lain tapi gua masih berbaik hati dan gak mau memperpanjang masalah ini. gua ingat pada sebuah quote:

“The best revenge is no revenge”

gua mengikhlaskan semua yang dia lakukan sama gua, gua anggap itu sudah selesai. Sebagaimana yang udah gua bilang di pos sebelumnya, si cewek ini setalah resign dia buka usaha, yang gua tau bukan modal dia seutuhnya dia cuma mengelola saja. Nah, waktu berlalu sekitar 2 bulan. Suatu hari datanglah sebuah pesan whatsapp tanpa salam tanpa basa-basi meminta bantuan kemanusiaan. Anjing.

terbersit rasa iba dalam hati gua, gua pengen bantu semampu gua, apalagi dulunya gua pernah suka sama dia dan gua pikir doi udah bukan orang yang dulu lagi, doi udah berubah, memulai hidup baru. Sekilas info, dulunya doi bukan orang yang jujur, gua pernah pergokin dia “ngepet” duit toko yang jumlahnya gak sedikit. gua membiarkan itu, gua gak lapor ke atasan karna waktu itu dia minta maaf, dia ngaku salah dia menyesal dan janji gak akan ngulang lagi. Semingu kemudian dia eh ngepet lagi. Emang dasar BABI.

Si cewek ini awalnya minta bantuan 1 juta (10 Oktober 2019), gua kasih dengan mudahnya dengan tempo 2 bulan. 5 hari kemudian dia ngirim pesan lagi, minta 2 juta lagi buat bayar sewa toko, gua pun dengan entengnya kasih pinjaman tanpa syarat tanpa kuitansi. Bodoh ya gua.

anti korupsi MAM WATULIMO

Hari ini, 08 November gua cek whatsapp ternyata foto doi udah gak ada. informasi terakhir aktif juga gak ada, telponnya gak bisa dihubungi, semua di blokade. Bangsat. duit 3 juta melayang begitu aja. Gua punya niat mau datangi orangtuanya, gua omongin baik-baik siapa tau duit gua bisa balik. Tapi gua kasian jugak orangtua bukan orang berada, bisa dibilang lebih sussah dari orangtua gua. Gua orangnya serba gak tegaan makanya mudah kali kenak tipu.

cukup dulu ah. nanti gua lanjut.


Nikahaha

akad-nikah-cut-meyriska-dan-roger-danuarta-pilih-gaun-spesial-hingga-adat-aceh-gCyqNfq4Gp

kenapa judulnya begitu? masih ada semacam kelucuan kalo gua mikir ke arah ini, menjalin hubungan keterikatan dengan lawan jenis. selama ini gua paling gak bisa terikat dengan hubungan seperti itu, plaing lama gua pacaran ya 5 bulan itupun bukan semunya dalam masa yang harmonis.

agak terkesan ambisius kalo gua merencanakan pernikahan awal tahun depan. pasalnya, gua belum punya cukup dana dan belum juga punya calon pengantin. tapi kenapa gua ngebet pengen nikah? gua punya nafsu yang besar, dengan cara nikah nafsu ini bisa tertahankan dan ada keuntungan lain dari menikah yaitu gua punya mentor. sejauh yang  gua tau orang yang sukses besar itu selalu punya mentor dibelakangnya. ada orang yang bisa memotivasi, memberi petunjuk, mengarahkan dan membimbing setipa langkah yang gua ambil.

menurut perkiraan, awal tahun  depan duit gua udah ada 50 juta, udah cukup buat nikah dan resepsi dan sebagainya. semoga saja, ya Allah.


Capek jadi introvert

Ini bukan kali pertama gua mengeluhkan hal ini. gua capek dan beneran gak sanggup jadi intovert expert, rasanya melelahkan. pengen gua jadi orang yang periang gitu, bergaul sama semua orang, bebas mengekdpresikan diri tanpa jaim.

1_Pr1Wln-0UYRnCed3nHeBNA

udahlah ya, gak usah gua terlalu banyak mengeluh disini. gua mau baca artikel siapa tau ada yang bisa kasih solusi ajib.


Lu jangan jadi “Rahmat”

Ada kawan namanya Rahmat, beliau ini bisa dibilang pemalas. dia cuma mau kerja di jam kerja. padahal rumusnya, seseorang harus berusaha lebih agar mendapatkan lebih atau setidaknya beliau dekat dengan sang pemurah. Nah, beliau ini tidak melakukan salah satu pendekatan apapun.

memang ada orang yang gak kerja tapi uangnya banyak. caranya beliau dekat dengan tuhan sang empunya seluruh dunia atau dia emang dikasih kelebihan di dunia tapi di akhirat  nanti dia gak dapat lagi, istilahnya istidraj.

cowok-pemalas

nah, gua mewanti-wanti sama diri gua sendiri, “Ja, lu gak boleh jadi Rahmat”. cukup dia aja yang pemalas, cukup dia aja yang gak punya motivasi, lu jangan.

begitu seterusnya setiap hari sampe tumbuh keyakinan dalam otak gua bahwa gua harus kerja keras untuk mendapatkan apa yang gua mau.


Obat setres

kerja pagi siang malam emang bikin kepala mumet apalagi kalo dari senin sampe minggu gak ada waktu buat libur, gak ada waktu buat santai, semua serba tergesa-gesa.

itulah yang gua alami. gua bukan mengeluh bukan gak sanggup hidup dan kerja seperti ini. gua malah santai dan bangga dengan siklus kehidupan gua saat ini. bagi gua kerja adalah obat setres. bagi sebagian orang ini mungkin terdengar aneh dimana banyak orang yang stres kerja malah ingin berlibur. gua berbeda.

rumusnya begini.

Piknik = menghabiskan uang.

kerja = menghasilkan uang.

002098800_1548758015-Awas-Sering-Stres-Bisa-Picu-Alzheimer-By-Mivolchan19-Shutterstock

Sumber gambar: Google

dengan uang yang cukup sedikit demi sebanyak stres akan berkurang. malah bisa hilang hanya dengan sedikit terapi. Misal: denger bacaan surat al kahfi di yotube. penat gua jugak bisa hilang hanya dengan tidur sejenak sekiranya 15 menit sambil dengerin rekayasa suara hujan pakek headset di telinga.

itulah cara gua menghilangkan stres. bagi gua kerja keras dan kerja cerdas itu bullshit. orang yang menganggap dirinya pintar akan mengatakan bahwa dia kerja cerdas sedangkan yang lain kerja keras (orang goblok). itu sangat tidak manusiawi.

ada target yang gua buat atas kerja keras selama ini. lima atau tujuh tahun lagi gua gak usah lagi kerja, gua udah jadi boss, mempekerjakan beberapa orang dan disaat itu gua punya kebebasan waktu, finansial dan lainnya.

aaamiin. Allahumma aamiin.


0108

Ada seorang rekan kerja (dulunya), sekarang beliau sudah resign. sewaktu kami pernah satu atap disini, gua selalu membual sama dia. gua bilang tahun depan mau beli mobil lah, gua bilang tahun depan nukah lah, mau buka usaha lah. pokoknya banyak deh.

sampai pada suatu ketika si rekan kerja ini memeutuskan untuk resign. gua gak tau apa motif doi melakukan itu dan gua pun gak kepo.

gak lama setelah itu terdengar kabar bahwa doi mau buka toko. Syok gua.

gua yang selama ini mengumbar mimpi kemana-mana malah gak beranjak dari tempat duduk gua ini, eh malah doi yang mau mewujudkan mimpinya.

satu lagi, doi juga udah jago nyetir sedangkan gua letak setirnya aja gak tau dimana. gua kalah telak, boss. harus gua akui gua kalah 2-0 sama doi. tapi gapapalah, ada hikmah dibalik itu semua. gua jadi lebih bersemangat kerja dan menggapai mimpi gua yang belum terwujud.

semoga sukses, kawan.


Kuciyang Kampuwang

Adalah sebulan yang lalu gua nemu kucing masuk toko tengah  malam. Gua liat si bocah (usianya sekitar 2 bulan) dalam kondisi yang kurang sedap dipandanng; lusuh, hidung berair, lemah, lunglai, dsb.

gua kasian sama ini makhluk. Makhluk Allah yang tidak berdaya, gua angkut dia ke kamar pridadi gua, gua suka karna si bocah punya ekor yang panjang dan gua mengira dia jantan. Besoknya gua obatin, gua kasih makan ikan kont*l (eh tongkol), yang notabene salah satu ikan kesukaan gua.

dua hari setelah si bocah mendiami kamar, gua mandiin dia, agak meronta sih tapi tetap gua paksain. Setelah mandi keliatan si bocah jadi lebih fresh dan bau-bau di tubuhnya sedikit menghilang.

IMG_20191010_155843_HDR

sebulan kebersamaan kami gua merasakan ada yang berbeda. Ada manfaat dan ada mudharatnya beti (nama yang gua kasih) berada disini.  Manfaatnya, beti bisa bangunin gua pagi2, bisa jadi pendengar yang baik kala gua mau curhat an ada lagi beberapa manfaat lainnya.

kalo soal mudharat, beti juga punya beberapa hal yang meresahkan gua. Pertama, beti (sepertinya) punya penyakit dalam tubuhnya, selama dia disini dia selalu batuk, pilek, gak mau makan dan ada bau-bau busuk dari mulutnya, perutnya sering kembung. Gua curiga beti sesak karna disebabkan semacam lendir dalam paru-parunya yang menghalangi dia buat bernapas dengan lancar.

satu masalah lagi mucul, sepuluh hari  yang lalu gua kena pilek parah dan sampai berita ini diturunkan gua masih mengalami masalah tersebut. Gua kena alergi bulunya (dugaan sementara). Kenapa gua curiga akan hal itu?

adalah sekitar satu tahunan gua gak minum obat apa-apa (kecuali obat cacing, bukan karena sakit), artinya gua gak pernah sakit dalam tempo waktu tersebut dan baru kali ini gua kena pilek parah. Biasanya kalo gua pilek cukup dengan beberapa siung bawang putih penyakitpun lenyap.

tentang si beti yang gak mau makan. Gua menduga si beti sebagai kucing kampung yang tentunya mewarisi sifat-sifat ibunya, kurang menyukai makanan siap saji. Beti lebih suka cari makan sendiri biarpun tidak dalam kondisi bagus. Buktinya, beberapa kali gua pernah mendapati beti korek-korek tong sampah cari makanan, dia pun belepotan.

tentang penyakitnya. Gua menduga ini bawaan lahir atau warisan dari iniduknya. Awalnya gua udah pernah kasih beti obat cacing dan alhamdulillah beti udah sembuh dari cacingan. Tapi tadi pagi gua liat beti udah mencret lagi.

sebenarnya gua sangat sayang sama beti. Dia bisa jadi kawan disaat gua butuh kawan. Tapi kalo mudharatnya lebih banyak terpaksa gua harus membuat sebuah keputusan. Gua beranggapan akan lebih baik jika Beti gua lepas ke alamnya biar dia bisa menikmati masa mudanya di alam lepas.

ada saran dari kawan supaya gua mempertemukan beti dengan inangnya. Tapi kayaknya itu gak mungkin mengingat di usia 3 bulan biasanya kucing kampung udah disapih dan udah hidup mandiri. kalopun ketemu sama inangnya toh beti jugak bakal dicuekin sama mamaknya.

gua punya dua opsi. Pertama gua lepas Beti di pasar ikan, secara disana bisa dibilang itu habitat aslinya dan mudah dia cari makan disana. Opsi pertma terdengar agak kejam dan ridak berperikebinatangan, bahasa kasarnya pembuangan.

Opsi kedua, gua bawak dia ke rumah biar dijagain sama adek gua yang suka sama kucing jugak. Tapi, masalahnya gua takut sifat beti gak bisa diterima orang rumah. Beti, dia agak manja suka garuk2 kaki orang, suka naikin meja, suka main bahkan sama orang gak dikenal, makannya gak teratur.

gua tunggulah sekitar seminggu lagi, kalo gua udah bener gak tahan terpaksa gua ambil sikap untuk menghindari mudharat yang lebih banyak.